Langsung ke konten utama

Live Streaming Final ASEAN Cup 2026 di YouTube Tembus 4,5 Juta Penonton

Live Streaming Final ASEAN Cup 2026 di YouTube Tembus 4,5 Juta Penonton

YouTube mencatat rekor nasional baru lewat siaran live streaming final ASEAN Cup 2026 yang ditayangkan RANS Entertainment. Jumlah penonton bersamaan dalam siaran ini mencapai 4,5 juta. Capaian itu menjadi rekor nasional baru untuk siaran live streaming di YouTube.

“Kemarin, channel-nya RANS Entertainment live streaming pertandingan FIFA ASEAN Finals: Indonesia vs Thailand, dan kita mencetak rekor nasional baru, yaitu 4,5 juta concurrent views,” ungkap Country Director Google Indonesia, Veronica Utami, Rabu di Jakarta.

Angka ini menjadi capaian tertinggi untuk kategori olahraga pada platform YouTube. Sebelumnya, rekor live streaming pernah dicatat Reza Arap saat menayangkan AFF Cup.

Namun, pencapaian itu kemudian dilewati RANS Entertainment hanya dalam hitungan beberapa bulan.

Menurut Veronica, pertandingan olahraga memiliki daya tarik yang tidak berhenti ketika laga selesai. Penggemar biasanya melanjutkan aktivitas dengan mencari live commentary, video reaksi, hingga analisis setelah pertandingan.

“Kondisi ini membuat YouTube menjadi salah satu tempat untuk mengikuti berbagai konten lanjutan seputar olahraga. Penonton tidak hanya mencari siaran pertandingan, tetapi juga informasi dan pembahasan setelah laga berakhir,” Veronica menambahkan.

Olahraga menjadi salah satu bagian dari perkembangan YouTube sebagai pusat budaya di Indonesia.

Selain olahraga, pengguna juga datang untuk menikmati musik, gaming, dan berbagai topik lain yang mereka minati.

Capaian 4,5 juta concurrent views juga menunjukkan besarnya perhatian audiens terhadap siaran olahraga melalui platform digital. Angka ini sekaligus memperlihatkan potensi live streaming untuk menjangkau penonton dalam jumlah besar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HP Kena Air Direndam Beras Justru Berbahaya, Ini Faktanya

HP masa kini memang semakin canggih serta dilengkapi sertifikasi ketahanan air. Namun, bukan berarti air sudah tidak berbahaya bagi perangkat. Saat HP kena air, banyak orang akan langsung mengambil beras. Mengutip How To Geek, Selasa , beras memang berbahan kering dan sangat efektif menyerap cairan mirip seperti kantong silica gel. Meski ada benarnya, metode lama ini justru bisa semakin membahayakan HP kamu karena memiliki beberapa efek samping. Awal Mula Mitos Tersebar Mitos merendam HP yang terkena air ke dalam beras sudah ada sejak dulu bahkan sebelum era smartphone. Metode ini mulai populer di internet sekitar pertengahan 2000-an. Salah satu catatan awal di media umum muncul pada postingan Lifehacker edisi Juni 2007. Saat itu, seorang pembaca mengklaim bahwa beras efektif menyerap kelembapan di sekitar HP. Di tengah kekhawatiran pengguna akan rusaknya HP mahal mereka, metode beras dengan cepat diterima sebagai solusi yang praktis dan murah. Sayangnya, anggapan beras menyelamatkan ...