Langsung ke konten utama

Lapisan Pelindung Layar iPhone Duo Bisa Diganti, Berapa Biayanya?

Lapisan Pelindung Layar iPhone Duo Bisa Diganti, Berapa Biayanya?

Lapisan pelindung pada layar bagian dalam iPhone Duo disebut dapat dilepas dan diganti jika mengalami keausan seiring pemakaian.

Wakil Presiden Teknik Perangkat Keras Apple, Kate Bergeron, mengungkapkan inovasi ini dirancang khusus untuk kenyamanan pengguna jangka panjang. Lapisan nano-texture tersebut berfungsi menyamarkan lipatan di tengah layar.

Meski Apple telah melakukan rekayasa teknik tingkat tinggi untuk memastikan keawetan komponen ini, pengguna tetap memiliki opsi penggantian jika lapisan pelindung mulai aus. Demikian sebagaimana dilaporkan MacRumors, Selasa .

Konsumen di Amerika Serikat (AS) yang membeli perlindungan AppleCare+ untuk iPhone Duo bisa mengganti lapisan pelindung ini dengan biaya USD 19 (sekitar Rp 339 ribuan).

Sementara itu, Apple belum mengungkapkan biaya penggantian lapisan penutup bagi pengguna tanpa perlindungan asuransi tersebut.

Proses penggantian komponen ini kemungkinan besar hanya tersedia secara resmi di Apple Store dan Penyedia Layanan Resmi Apple. Hingga kini, belum dapat dipastikan apakah pengguna bisa melepas lapisan itu secara mandiri di rumah.

Bagi pengguna di luar Indonesia yang berminat, pemesanan awal (pre-order) global dijadwalkan mulai dibuka pada Jumat, 16 Oktober, sebelum resmi meluncur di pasaran pada .

Di sisi lain, penjualan Samsung Galaxy Z Fold 8 di Korea Selatan dilaporkan meningkat setelah Apple memperkenalkan iPhone Duo. Kenaikan penjualannya disebut mencapai sekitar 10% dalam sepekan.

Dikutip dari Android Central, Sabtu , laporan media Korea Selatan menyebut konsumen sebelumnya memilih menunggu iPhone Duo sebelum menentukan ponsel lipat yang akan dibeli.

Kenaikan ini dikaitkan dengan konsumen yang sebelumnya masih menunggu dan membandingkan pilihan sebelum membeli.

Salah satu pertimbangan yang muncul adalah harga. Di Korea Selatan, Galaxy Z Fold 8 dibanderol mulai KRW 2,2 juta atau sekitar Rp 28,1 juta.

Selain harga, waktu ketersediaan juga ikut menjadi pertimbangan. Galaxy Z Fold 8 sudah bisa dibeli, sedangkan iPhone Duo baru akan tersedia pada Oktober 2026 di sejumlah pasar, termasuk Amerika Serikat.

Perbedaan bobot juga menjadi perhatian. iPhone Duo memiliki bobot 53 gram lebih berat dibanding Galaxy Z Fold 8, sehingga perangkat Samsung menawarkan bentuk yang lebih ringan.

Laporan yang sama menunjukkan tidak adanya pilihan penyimpanan 1TB pada Galaxy Z Fold 8. Di sisi lain, iPhone Duo tersedia hingga kapasitas 2TB dengan harga KRW 5 juta atau sekitar Rp 64 juta.

Meski begitu, kenaikan 10% ini bukan angka penjualan global. Data yang diberitakan hanya menggambarkan kondisi pasar Korea Selatan setelah peluncuran iPhone Duo dan berasal dari laporan media setempat.

Galaxy Z Fold8 8 sebenarnya sudah mencatat permintaan tinggi sejak periode pre-order. Sebuah laporan mengatakan stok perangkat ini sempat habis secara online, sementara permintaannya dilaporkan melampaui Galaxy Z Fold8 8 Ultra dan Galaxy Z Flip 8.

Kehadiran iPhone Duo kemudian menambah persaingan di pasar HP lipat. Konsumen yang sebelumnya menunggu perangkat Apple kini memiliki lebih banyak informasi untuk membandingkan harga, bobot, kapasitas penyimpanan, dan waktu ketersediaan.

Galaxy Z Fold8 8 dan iPhone Duo juga memiliki pendekatan desain berbeda. Perbandingan itu menjadi salah satu faktor yang membuat konsumen mempertimbangkan kembali pilihan mereka setelah Apple memperkenalkan smartphone lipat pertamanya.

Untuk saat ini, belum ada data yang menunjukkan apakah kenaikan penjualan Galaxy Z Fold 8 di Korea Selatan akan bertahan dalam jangka lebih panjang. Laporan yang tersedia baru mencakup periode singkat setelah pengenalan iPhone Duo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HP Kena Air Direndam Beras Justru Berbahaya, Ini Faktanya

HP masa kini memang semakin canggih serta dilengkapi sertifikasi ketahanan air. Namun, bukan berarti air sudah tidak berbahaya bagi perangkat. Saat HP kena air, banyak orang akan langsung mengambil beras. Mengutip How To Geek, Selasa , beras memang berbahan kering dan sangat efektif menyerap cairan mirip seperti kantong silica gel. Meski ada benarnya, metode lama ini justru bisa semakin membahayakan HP kamu karena memiliki beberapa efek samping. Awal Mula Mitos Tersebar Mitos merendam HP yang terkena air ke dalam beras sudah ada sejak dulu bahkan sebelum era smartphone. Metode ini mulai populer di internet sekitar pertengahan 2000-an. Salah satu catatan awal di media umum muncul pada postingan Lifehacker edisi Juni 2007. Saat itu, seorang pembaca mengklaim bahwa beras efektif menyerap kelembapan di sekitar HP. Di tengah kekhawatiran pengguna akan rusaknya HP mahal mereka, metode beras dengan cepat diterima sebagai solusi yang praktis dan murah. Sayangnya, anggapan beras menyelamatkan ...